Sunday, March 7, 2010

METODE CEPAT BELAJAR MEMBACA PERMULAAN (BAGIAN 2)



METODE FONIK

CBIFonik (Cerdas Berbahasa Indonesia Fonik) adalah sebuah model pembelajaran bahasa Indonesia yang ditujukan mulai dari anak usia dini. dikembangkan dengan mengoptimalkan seluruh ketrampilan berbahasa, menyimak, berbicara, menulis dan membaca.

Kelebihan :
1. dapat diajarkan dengan struktur abhasa yang disesuaikan dengan kaidah linguistik dan perkembangan bahasa anak.
2. Dapat dilakukan di sekolah dan di rumah.
3. Dilaksanakan sesuai dengan kerja otak anak; tidak memaksa, bermakna dan kontekstual.
4. Anak paham bahasa Indonesia bukan hanya sekadar bisa membaca.
5. Mengajarkan cara menulis yang proporsiaonal dengan cara yang menyenangkan.

Langkah-langkah CBIFonik:
a. Anak dikenalkan untuk membunyikan huruf. Ada 5 sekelompok huruf berdasarkan fonik atau pengartikulasiannya antara lain; kelompok1 (a, i, u, e, o) kelompok 2 (m, s, b, p, l), kelompok 3 (d, n, t, w, s, r), kelompok4 (c, j, y, z, v) dan kelompok 5 (h), kelompok 6 (ng, ny, ai, au, ao).
b. Mencari bunyi huruf tertentu pada kata. Misalnya mencari kata "a" pada apel. Anak dimintamencari huruf "a" di depan, di tengah, dan di belakang.
3. Mencari bunyi pada benda. Anak diminta memegang benda yang ada huruf "a" nya.
4. Mencari bunyi pada kartu "gambar mana yang ada huruf "a" nya?"
5. Meraba huruf. ini adalah proses persiapan menulis Anak diajarkan meraba sesuai arah petunjuk.
6. Mencari huruf pada teks. Anak diminta mencari huruf pada teks yang ada di majalah, koran atau buku.
7. Mencari padanan huruf, khususnya huruf kecil dan huruf besar.
8. Membandingkan huruf yang ditulis dengan huruf model (terbuat dari kayu, lilin, plastisin atau lainnya).
9. Setelah anak mengenal satu bunyi konsonan maka dihubungkan dengan bunyi vokal yang sudah dikuasai anak, misalnya "m" dan "a" menjadi "ma'.
10. Setelah di hubungkan, anak diajak membentuk kata, misalnya "mama".

Perhatian:
Orangtua diminta memberikan pengayaan kosakata. dan akan lebih berhasil jika orang tua sering membacakan buku pada anak, berbicara dengan nada yang jelas dan tidak terlalu cepat serta dengan artikulasi yang jelas.

waktu yang diperlukan:
12 kali pertemuan x 40 menit = 480 menit= 8 jam.

(sumber: parents guide magazine, edisi Juni 2009)

____ Dede Supriyanto ____

Friday, March 5, 2010

METODE CEPAT BELAJAR MEMBACA PERMULAAN




Membaca merupakan salah satu di antara empat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) yang penting untuk dipelajari dan dikuasai oleh setiap individu. Dengan membaca, seseorang dapat bersantai, berinteraksi Dengan mengajarkan kepada anak cara membaca berarti memberi anak tersebut sebuah masa depan yaitu memberi suatu teknik bagaimana cara mengekplorasi “dunia” mana pun yang dia pilih dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan tujuan hidupnya.. (http://padepokan-it.com/2010/01/27/arti-membaca/)
Ada banyak metode capat baca yang dapat diterapkan untuk membaca permulaan. Semuanya menawarkan kemudahan. Berikut adalah metode-metodenya :

1. METODE KUBACA
Metode ini menawarkan cara cepat membaca kalimat melalui pemahaman arti sebuah wacana sederhana. Metode ini juga memudahkan anak berbicara dan menyusun kalimat dengan logika berbahasa yang baik dan benar. Diharapkan anak-anak akan mempunyai semangat dan kecintaan terhadap bacaan, karena menikmati pengalaman yang menyenangkan ketika belajar membaca. Metode ini mendorong anak untuk belajar membaca kata-kata yang sudah pernah didengarkan, dilakukan dan diucapkan. Hal ini akan memudahkan anak dalam belajar membaca. Pasalnya, pengalaman tersebut telahdisimpan di memori anak sehingga ketika ditampilkan lagi, ingatan akan meresponnya dengan lebih cepat. Selain itu, metode ini akan memperlancar dan menambah kosa kata anak, sehingga akan memudahkan anak memahami sebuah bacaan. Kelebihan metode KUBACA sudah bisa dirasakan oleh orang tua dalam waktu 24 jam, karena setiap kali pertemuan hanya memerlukan waktu tatap muka selama 1 jam.
Kelebihan metode kubaca :
a. Koordinasi antara mata dan mulutakan lebih baik.
b. Melatih daya ingat.
c. Mengajarkan bicara lebih lancar.
d. Menambah perbendaharaan kosakata.
e. Menumbuhkan rasa percaya diri.
f. Mamapu menyusun kata menjadi kalimat yang benar dan bermakna (logika bahasanya akan berkembang).
g. Mampu membuat cerita dan rangkaian kata yangs ering didengar atau dibaca.
h. Memberi permulaan lebih awal untuk dapat mengerti dan menyerap ilmu pengetahuan melalui membaca.


Langkah-langkah metode KUBACA
a. Siapkan 2 pasang terdiri dari 5 kartu kata dengan ukuran 5 x 20 cm. Tulisan berwarna merah, bertulisakan kata yang paling sering didengar dan diucapkan oleh anak-anak. Contoh; ini, mama, papa, saya, bola.
b. Tunjukkan bunyi 5 kata tersebut satu per satu dengan intonasi vokal yang jelas dan tepat. Anak mendengarkan terlebih dahulubaru menirukan.
c. Berikan anak 5 kartu kata yang sama dengan kita.
d. Sebutkan kata ini, dan anak menunjukkan atau mengangkat kartu kata ini. Lakukan dengan kata yang lainnya dan dengan cara yang sama.
e. Susun 2 kata menjadi kalimat sederhana dan bermakna, contoh “ini mama”, “ini papa” , “in saya”. Anak membaca dan menirukan membuat dan menyusun kalimat yang sama.
f. Susun 3 atau lebih kata menjadi kalimat sederhana dan bermakna. Contoh “ini mama saya”, “ ini papa saya”, “ini papa mama” .
g. Tulisa kata dan kalimat tersebut dalam kertas, sehingga anaka dapat membaca kata dalam bentuk lain.
h. Berikan gambar mama, papa setelah anak dapat membaca kata dengan baik. Misalkan gambar perempuan dan dibawah gambar tersebut ditulis kalimat “ini mama”.
i. Tambahkan kata berikutnya sesuai dengan kaidah penyususnan kalimat yang baik dan benar (subjek, predikat, onjek/ keterangan).

Perhatikan :
Anak di awal tergantung dengan kartu kata. Sehingga ketika dipindah ke membaca di kertas anak agak (malas) membaca.
Metode ini sebenarnya mudah diterapkan, asal syaratnya bisa dipatuhi :
a. Orang tua / guru sabar dan telaten.
b. Ikuti petunjuk di dalam sibabus/pedoman pembelajaran dengan metode KUBACA.
c. Tidak terburu-buru menambah kata baru meskipun anak tiba-tiba cepat bisa.
d. Lakukan dengan cara bermain, bernyanyi dan tidak perlu membebani anak dengan target anak yang tinggi.

Waktu yang dibutuhkan : 24 pertemuan x 1 jam = 24 jam.
Untuk metode membaca lainnya akan dibahas pada entri berikutnya. Selamat mencoba.

(sumber : majalah parents guide, edisi Juni 2009)

Tuesday, February 23, 2010

Sindrom Tourette

Sindrom ini pertama kali ditemukan oleh seorang dokter dari Perancis bernama Geogers Gilles de la Tourette ini merupakan gangguan yang menunjukkan adanya masalah pada sarag seseorang. seringkali keadaan ini disebut Distonia, yaitu gerakan dengan kontraksi otot yang terus menerus, menyebabkan gerakan berputar dan berulang atau menyebabkan sikap tubuh yang abnormal.
Sindrom Tourette menurut Irawan Mangkuatmadja (Dep. Ilmu Kesehatan Anak FK UI) adalah kelainan neuropsikiatri kronis yang khas ditandai dengan adanya gerakan otot dan suara yang tidak dapat diatur (tick). secara sederhana dapat dikatakan adanya gerakan otot-otot tertentu disertai dengan keluarnya suara dari mulut secara berurutan. kata-kata yang keluar dapat berupa kata-kata tak berarti sampai berupa kata-kata kasar dan kotor.
gejala-gejala sindrom tourette atau distonia diantaranya seperti sering berkedutnya urat wajah. kedutan atau kejang pada mulut dan sering berkedipnya mata adalah gejala umum pertama yang paling sering muncul. gejala yang biasa terjadi lainnya termasuk juga gerakan tangan atau anggota tubuh tanpa sengaja atau mengeluarkan suara seperti berdeham dan mengeluarkan suara dari hidung seperti membaui.
Tidak ada pola gejala yang tunggal, bahkan beberapa diantaranya merasakan gejala yang samar. kejang dapat diklasifikasikan sebagai kejang yang sederhana, seperti menggerakkan bahu secara spontan, kedipan mata, decak lidah, atau bunyi-bunyi dari hidung. tidak sedikit pula yang kompleks seperti melompat, suka berputar-putar, hingga mengeluarkan kata-kata yang tidak diteria umum.
Tourette seringkali menguras energi. Gerakan motoris yang tidak terkontrol membuat penderitanya sering mengalami keletihan yang amat sangat. Belum lagi penderita yang tidak dapat mengendalikan spontanitas berbicaranya termasuk juga penggunaan kata-kata kotor yang tak terkendali (coprolalia) dan pengulangan frase yang ia dengar diucapkan orang lain (echolalia), atau pada masyarakat awam dikenal dengan istilah latah.
Mereka yang terkena sindrom tourette seringkali juga memiliki berbagai masalah psikologi, seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), obsessive-compulsive disorder (OCD), dan kebiasaan menyakiti diri sendiri, walaupun hubungan antara gangguan-gangguan ini dengan sindrom tourette masih belum jelas.
Menurut Luh Surini Y.S (psikolog anak fak. psikologi UI) sindrom tourette adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan gerakan seperti mengangkat tangan, menggoyangkan kepala, atau berdeham seperti ringkihan kuda yang tiba-tiba dan tidak bisa dikontrol secara berulang dan tidak bertujuan.
Catatan penderita sindrom tourette di Indonesia masih sedikit. namun bukan berarti penderitanya tidak banyak.
Gejala-gejala sindrom tourette antara lain ditandai dengan munculnya gerakan tick sederhana yang berkembang menjadi gerakan yang lebih kompleks, yang umumnya sudah berlangsung selama satu tahun. gangguan ini diawali dengan gejala yang ringan kemudian makin lama makin berat.
gerakan-gerakan sederhana di mulut makin memberat menjadi gerakan bahu. suara yang awalnya hanya suara kerongkongan yang menjadi berat karena dengan diikuti kata-kata tertentu hingga sulit diartikan. memarahi anak karena "kebiasaanya" menggerak-gerakkan anggota badan dan mengeluarkan suara itu justru dapat memperparah gangguan.
sindrom tourette merupakan penyakit keturunan dengan prevalensi pria wanita 3:1. penyebab yang pasti masih belum diketahui, tetapi diduga merupakan suatu kelainan dalam dopamine atau neurotransmitter otak lainnya.
Gangguan ini diduga bersifat familial psikogenik. biasanya dimulai pada usia seseorang dibawah usia 21 tahun. karena merupakan gangguan bersifat keturunan itulah, maka sulit dilakukan pencegahan terhadap gangguan ini.
Selain adanya kelainan neurobehavior di otak, gangguan ini tidak mengenai organ lain. tetapi kurangnya konsentrasi akibat gangguan gerakan-gerakan spontan ini bisa mempengaruhi kemampuan akademis anak.
seseorang bisa saja terkena sindrom tourette karena faktor keturunan atau tiba-tiba muncul. untuk yang terakhir ini biasanya disebut sporadic tourette;s syndrome. jika sindrom tourette yang muncul karena faktor turunan, maka gejala-gejalanya bisa sama dengan yang pernah dialami orang tuanya, atau dengan gejala kombinasi yang berbeda, atau bahkan tidak ada gejala sama sekali.
Walaupun tidak berbahaya, sindrom ini perlu ditangani dengan baik karena kerap mempengaruhi kondisi psikologis penderitanya. kurangnya pengertian dari orang lain terhadap kondisi anak-anak yang memiliki sindrom tourette seringkali membuat penderitanya merasa minder. akibatnya, mereka akan merasa sulit membangun sebuah hubungan dengan teman atau orang lain.
Sekitar 10 % dari mereka yang memiliki gen keturunan sindrom ini memiliki gejala yang cukup mengganggu dan membutuhkan perawatan medis. sangat penting untuk melakukan diagnosis dan penanganan sedini mungkin. diagnosis dilakukan dengan melihat pola gejala. walaupun belum ada penyembuhan, tetapi sindrom tourette dapat diatasi. bagi banyak orang, psikoterapi atau terapi kebiasaaan akan sangat membantu, begitu juga dengan terapi relaksasi.



--- semoga bermanfaat ---

Thursday, April 30, 2009

Sekolah Binatang

Sekolah Binatang

Alkisah pada suatu masa, para binatang memutuskan bahwa mereka harus melakukan sesuatu yang heroik guna mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam “suatu dunia baru”. Jadi mereka memutuskan untuk mendirikan sebuah sekolah.

Mereka menerapkan kurikulum kegiatan yang terdiri dari lari, memanjat, renang, dan terbang. Untuk mempermudah pengaturan kurikulum itu, semua binatang harus mengambil semua mata pelajaran.

Sang Itik piawai dalam renang, bahkan sesungguhnya lebih baik ketimbang instrukturnya, namun ia lulus dengan angka minimum dalam terbang dan sangat buruk dalam lari. Karena lamban dalam lari, ia harus tetap tinggal sesuai jam sekolah dan juga melepaskan mata pelajaran renang untuk belajar lari. Ini berlangsung terus menerus sampai-sampai kakinya yang berselaput menjadi kelewat letih dan ia pun hanya memperoleh angka rata-rata dalam renang. Tetapi angka rata-rata masih bisa diterima di sekolah, jadi tak seorangpun yang merisaukannya kecuali si itik itu sendiri.

Kelinci menjadi juara kelas dalam lari, tetapi mengalami gangguan syaraf karena terlalu banyak tugas perbaikan dalam mata pelajaran renang.

Tupai hebat dalam memanjat namun ia merebakkan rasa frustasi di kelas terbang dimana gurunya kecapekan menyuruhnya memulai dari tanah ke atas dan bukannya dari puncak pohon ke bawah. Ia juga dilanda “kram kaki dan tangan” lantaran usaha yang terlampau keras serta kemudian malah mendapat nilai C dalam memanjat dan D dalam lari.

Sang elang adalah anak yang menyusahkan dan juga sulit didisiplinkan. Dalam kelas memanjat ia mengungguli semua binatang yang lain untuk sampai di puncak pohon, namun menuntut untuk menggunakan caranya sendiri untuk sampai kesana.

Pada akhir tahun, seekor belut yang abnormal yang dapat berenang dengan sangat baik, dan juga sedikit lari, memanjat dan terbang meraih angka tertinggi dan menyampaikan kata-kata perpisahan.

Anjing padang rumput keluar dari sekolah dan menentang iuran sekolah karena pengelolaannya tidak memperbolehkan pencantuman pelajaran menggali liang ke dalam kurikulum.

Akhirnya anjing-anjing itu mengirim anak-anaknya untuk magang ke seekor luak dan kemudian bergabung dengan para marmot serta tikus untuk memulai mendirikan sebuah sekolah swasta yang sukses.

Sumber : “Sekolah Binatang” ditulis oleh George H Reavis (dalam Buku Chicken Soup For the Soul, karya Jack Canfield dan Mark Victor Hansen).